Ekosistem mangrove memiliki kemampuan
alami untuk membersihkan lingkungan dari berbagai bentuk zat pencemar sehingga
penggunaan tanaman mangrove sebagai tumbuhan penyerap logam berat dari perairan
sangat tepat. Ekosisten hutan mangrove memiliki fungsi ekonomis dan ekologis.
Secara ekologis manfaat hutan mangrove yang dapat dirasakan adalah melindungi
pantai dari ancaman gelombang besar, angin ribut, pengendali intrusi air laut,
habitat berbagai fauna, tempat mencari makan dan memijah berbagai jenis udang
dan ikan, pembangunan lahan melalui proses sedimentasi, mereduksi polutan,
pencemar air, penyerap CO2 dan penghasil O2. Anggoro (2006) mengatakan bahwa tumbuhan
mangrove mampu menyerap pencemar logam berat dari perairan yang sudah tercemar.
Dengan demikian tumbuhan mangrove dapat dijadikan tanaman fitorediasi terhadap
pencemaran logam berat di perairan Indonesia.
Hutan mangrove sebagai salah satu ekosistem
wilayah pesisir dan lautan yang sangat potensial bagi kesejahteraan masyarakat
baik dari segi ekonomi, sosial dan lingkungan hidup, namun sudah semakin kritis
ketersediaannya. Di beberapa daerah wilayah pesisir di Indonesia sudah terlihat
adanya degradasi dari hutan mangrove akibat penebangan hutan mangrove yang
melampaui batas kelestariannya. Hutan mangrove telah dirubah menjadi berbagai
kegiatan pembangunan seperti perluasan areal pertanian, pengembangan budidaya
pertambakan, pembangunan dermaga dan lain sebagainya.
Tumpahan minyak bumi di daerah ekosistem
mangrove akan membentuk lapisan filem pada permukaan air laut di daerah
ekosistem mangrove, emulsi atau mengendap dan diabsorbsi oleh sedimen-sedimen
yang berada di dasar perairan laut. Hutan mangrove merupakan sumber
nutrien dan tempat pemijah bagi
ikan, dapat rusak oleh pengaruh minyak terhadap sistem perakaran yang berfungsi
dalam pertukaran CO2 dan O2, akan tertutup minyak sehingga kadar oksigen dalam
akar berkurang, sehingga akan merusak hewan dan tumbuh–tumbuhan yang hidup di
batu-batuan dan pasir di wilayah pantai.
Ekosistem hutan mangrove harus dilestarikan
karena dapat menyerap logam berat dari perairan, mengurangi abrasi, mengurangi
pencemaran dari industry, sampah, juga merupakan sumber daya
alam yang memberikan banyak keuntungan
bagi manusia, berjasa untuk produktivitasnya yang tinggi serta kemampuannya
memelihara alam. Selain itu manfaat hutan mangrove :
1.
mencegah erosi dan abrasi pantai,
2.
mencegah intrusi air laut,
3.
menjadi penyaring alami bagi air
laut,
4.
menjadi penghalang alami terhadap angin
laut,
5.
menyediakan tempat perlindungan
(konservasi) tumbuhan dan
hewan,
6.
mengurangi efek rumah kaca,
7.
menyediakan sumber daya hayati yang
bernilai ekonomis,
8.
menyediakan tempat bertelur hewan laut,
9.
mendukung ekosistem laut menjadi
tempat wisata,
sumber :

Artikelnya menambah wawasan, dan bisa menumbuhkan rasa cinta alam. Bagus kak 😊
BalasHapusArtikelnya bagus ka, bisa menambah wawasan😉
BalasHapusTerimakasih infonya
BalasHapusTrims infonya kk
BalasHapusMakasih infonya kak
BalasHapuslengkap bgt penjelasan nya. makasih kak
BalasHapusThnks ka
BalasHapusThanks infonya
BalasHapus